Senin, 30 Juni 2014

Makanan Khas Betawi Yang Nyaris Punah

Tak bisa dipungkiri, bahwa salah satu daya tarik wisata di Jakarta adalah makanan khas Betawi. Meski masyarakat Betawi sendiri sudah semakin tergusur ke pinggiran akibat pembangunan kota, namun salah satu hasil budaya mereka berupa makanan khas Betawi masih bisa ditemukan di Jakarta. Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jakarta, maka jangan lewatkan kesempatan untuk berwisata kuliner mencicipi berbagai macam makanan khas Betawi.

Orang Betawi ternyata tidak hanya pintar dalam hal berbalas pantun, tapi mereka juga pintar membuat aneka kuliner yang lezat dan menggoyang lidah. Tak heran jika makanan khas Betawi banyak digemari oleh banyak orang dari berbagai latar belakang. Berikut ini adalah beberapa makanan khas betawi yang nyaris punah.

1.       Asinan Betawi

Asinan betawi adalah salah satu makanan yang paling dicari dan dirindukan oleh masyarakat Kota Jakarta, khususnya bagi para perempuan. Kesegaran campuran antara berbagai sayuran mentah, sawi asin, potongan tahu mentah dan kerupuk kuning dengan siraman bumbu kacang rasanya nggak akan pernah membuat kita menjadi bosan meskipun telah berkali-kali mencicipi makanan yang satu ini. Namun, sayang sekarang Asinan Betawi sudah jarang bisa ditemui di Jakarta. Di era tahun 90-an, Asinan. Betawi masih cukup mudah untuk diburu karena masih banyaknya orang berjualan makanan yang identik dengan kerupuk kuning atau yang sering disebut dengan kerupuk mi ini.

2.       Kue Pancong

Sepintas, penampilan Kue Pancong memang hampir sama dengan Kue Pukis. Yang membedakan kedua kue ini adalah rasa dan bahannya. Jika Kue Pukis memiliki rasa manis maka Kue Pancong terasa lebih gurih dengan sensasi parutan kelapa di dalamnya ketika dimakan. Untuk mereka yang ingin mendapatkan rasa manis, biasanya Kue Pancong dimakan dengan ditambahkan gula pasir di atasnya. Dengan atau tanpa gula pasir, semua tergantung selera masing-masing. Sama seperti Asinan Betawi, Kue Pancong ini juga sudah sulit untuk ditemui di Jakarta.


3.       Kembang Goyang

Bahkan, tidak semua orang keturunan Betawi tahu dan pernah mencicipi kue yang satu ini. Makanan lain yang sama sulitnya ditemukan di Jakarta adalah Kembang Goyang. Dibuat dari tepung beras, kue kering ini disebut Kembang Goyang karena ketika akan digoreng, cetakan digoyang-goyangkan di atas minyak panas agar adonan terlepas dari cetakan tersebut. Sekarang, kue dengan rasa yang tidak terlalu manis dan renyah ini sudah sulit untuk ditemukan di toko kue kering. Mungkin hanya mereka warga keturunan Betawi asli yang masih bisa membuat camilan ini. Jika kamu penasaran dengan kue yang satu ini, ketika Hari Raya Idul Fitri nanti, coba bertamu ke tempat kerabat keturunan Betawi (asli). Karena biasanya mereka masih menyajikan kue ini saat Lebaran.

4.       Kue Rangi

Bukan lagi jarang, tapi penjaja Kue Rangi seperti sudah menghilang dari Kota Jakarta. Kue yang didominasi parutan kelapa dengan tekstur kenyal ini, biasanya dinikmati dengan menggunakan gula merah cair kental di atasnya. Bentuk Kue Rangi hampir sama seperti Kue Pancong dan Kue Pukis, namun penampilannya lebih ramping mengingat bahan Kue Rangi tidak menggunakan telur atau tepung sedikitpun. Kue Rangi dimasak di atas kayu bakar, hal inilah yang membuat Kue Rangi memiliki bau dan rasa yang khas. Aroma kayu bakar seolah menyatu ke dalam Kue Rangi ketika disajikan. Namun sebaliknya ketika Kue Rangi ini dibakar di atas kompor, maka aroma khas kue ini justru menghilang dan malah mempengaruhi cita rasa dari kue tersebut.

5.       Sayur Babanci

Jangan mengaku orang Betawi kalau anda belum pernah mencicipi sayur yang satu ini. Disebut dengan Sayur Babanci karena hampir jenis bumbu ada dalam sayur ini sehingga rasanya tidak jelas, antara rasa kari atau sekadar sayur santan biasa. Selain itu, sayur ini disebut Babanci karena memang segala macam sayuran juga terdapat di dalamnya. Hanya orang Betawi (asli) yang masih tahu bentuk dan rasa Sayur Babanci tersebut. Hampir sama seperti Kembang Goyang, rasanya hanya orang keturunan Betaw (asli) yang masih bisa membuatnya. Di Jakarta pun tidak ada restoran yang menyajikan sayur ini. Padahal rasa sayuran yang kaya akan rempah-rempah dan gurih, sangat menggugah selera makan dan membuat makanan ini wajib untuk dicoba oleh semua para penggila kuliner.